Sabtu, 07 Oktober 2017

Semoga saja

Ada dua hal penting dalam hidup seseorang. Selain keluarga, adalah pendidikan dan pekerjaan. Banyak yang akhirnya terpaksa memilih melepas orang yang dicintainya karena tidak bisa memahami pilihan. Tidak bisa menerima kesibukannya dengan dua hal tersebut. Tidak bisa memahami bahwa pendidikan dan pekerjaan adalah hal penting bagi hidup seseorang, itulah mengapa ada orang yang dengan berat harus mematahkan hatinya sendiri saat harus menempuh pendidikan dan pekerjaan ditempat yang jauh. Sementara kekasihnya tak mampu menjalani hubungan jarak jauh. Bahkan mungkin ada yang melepaskan kekasihnya karena pekerjaan yang dipilih. Untuk hal itu, aku pernah takut membayangkannya. Setiap orang berhak memilih dengan siapa dia ingin menjalani hidup. Namun satu yang pasti, perihal masa depan, perihal nasib, tak ada yang benar-benar pasti dalam hidup ini. Biarlah waktu dan hidup yang menjawab semua keresahan. Percaya saja, Tuhan punya banyak hal yang tak pernah mampu ditebak oleh manusia.
Kini saat itu tiba. Perihal, mungkin dengan kamu harus fokus pada pendidikan dan pekerjaanmu. Berusaha mencoba mengerti apa yang sedang terjadi, sebab tidak mudah menerima keadaan yang membuat perasaan merasa mendiamkan. Namun perasaan kepadamu membuat aku mencoba berpikir baik. Barangkali memang butuh waktu sendiri untuk saat ini. Kamu butuh fokus untuk menyelesaikan apa yang sedang dijalani. Berat memang menerima, bagaimana tidak, kebiasaan yang intens setiap hari tiba-tiba berubah mendadak (mungkin nantinya). Harus menenangkan diriku dengan sangat. Meyakinkan diri dengan tenang meski tak semudah yang dibayangkan. Harus mengerti. Biar kujaga semua apa yang harus dijaga. Pun dirimu, semoga demikian.
Selesaikanlah semua urusanmu. Itu yang terbaik saat ini. Aku akan melanjutkan perjuanganku sendiri. Semoga kelak, kita masih punya waktu untuk meneruskan semua cita dan cerita yang tertunda. Sebab paham, pendidikan memang lebih penting dari apapun. Hanya doa dan harapan yang bisa kujaga, aku masih ingin menempuh sisa cerita ini. Masih ingin melanjutkan cerita yang pernah terangkai. Aku masihlah seseorang yang dengan tabah mencintaimu. Seseorang yang selalu menunggu kembali. Jikalau semua urusan sudah selesai, mari bertemu. Namun, jika tak pernah kembali, semoga saja suatu hari nanti catatan ini bertemu denganmu. Sebab; begitu kehilangan saat tiba-tiba pergi. Lalu memutuskan untuk menunggu meski tak tahu apakah kamu pasti kembali, atau malah menghilang bersama cerita ini. Sebab.. dulu sebelum ada kamu. Aku pernah begitu mencintai seseorang. Aku katakan kepadanya, barangkali sulit bagiku menemukan orang baru yang bisa kucintai. Dan memang begitu adanya. Hingga satu tahun lebih berlalu begitu saja. Aku tak menemukan seseorang yang bisa di ajak bersama. Beberapa orang hanya datang dan pergi begitu saja. Hingga akhirnya, kamu datang. Waktu mempertemukan. Dan, semuanya mulai berubah. Perasaan yang dulu seolah mati. Bersemi kembali. Tumbuh menjadi benihbenih kebahagiaan baru. Aku berbenah diri. Harihari baru telah tiba. Aku dan kamu mulai menata cerita. Kita menyepakati banyak hal. Merancang masa depan. Dan kamu begitu bersemangat dengan segala impianmu. Akupun begitu. Aku menjadi punya banyak hal yang ingin kuperjuangkan. Mungkin beginilah cinta bekerja. Seseorang yang merasa sudah tak punya banyak tujuan, tibatiba berambisi untuk menggapai ini itu dimasa depan. Namun waktu seolah mempermainkan. Kini perasaanmu dan perasaanku sedang diuji. Kita dihadapkan bahwa tidak semua rencana bisa berjalan semulus yang kita duga. Kamu di hadapkan pada pilihan Masa depanmu. Dan aku tahu, kamu sudah lama menginginkannya. Namun, rasanya tidak berdaya berdiri sendiri untuk memperjuangkan. Akhirnya, aku memilih menunggu. Membiarkan perasaanku sabar dan rencanarencana kita menjadi tak teratur. Cintalah barangkali yang membuat aku tetap nampu memahami. Hal yang membuat aku tetap bertahan dengan perasaan yang sama. Aku tidak pernah berhenti mencintai. Mendukung dan melihatmu digaris finis yang sukses adalah alasan dan rencana yang kutata begitu jelas. Biarpun langkahlangkah terasa tak pasti. Namun, aku percaya. Aku memilih tetap di sini. Menanti dengan kabar sukses di tanganmu. Menanti kabarmu yang sedang memperjuangkan hidupmu. Aku tahu, kemungkinan kamu tak kembali selalu ada. Tapi, aku tidak berpikir untuk kembali jatuh cinta kepada yang lainnya. Sebab, kau pernah datang sebagai penyemhuh, aku percaya, kau tak akan pergi sebagai pembunuh. Tetaplah bejuang. Kembalilah dengan Pribadi yang akan membuat Ratu rumahmu bangga. Lelaki terhebatmu bahagia. Sukseslah demi orangorangmu. Sebab, tanah pangkuanmu Rindu akan sosok sepertimu. Dariku, do'a dan rahmat bersamamu.
Semoga waktu dan rindu kembali membawamu pulang. Kedekapku, mendekat dan tak pernah lagi berlalu. Semoga saja.