Kini saat itu tiba. Perihal, mungkin dengan kamu harus fokus pada pendidikan dan pekerjaanmu. Berusaha mencoba mengerti apa yang sedang terjadi, sebab tidak mudah menerima keadaan yang membuat perasaan merasa mendiamkan. Namun perasaan kepadamu membuat aku mencoba berpikir baik. Barangkali memang butuh waktu sendiri untuk saat ini. Kamu butuh fokus untuk menyelesaikan apa yang sedang dijalani. Berat memang menerima, bagaimana tidak, kebiasaan yang intens setiap hari tiba-tiba berubah mendadak (mungkin nantinya). Harus menenangkan diriku dengan sangat. Meyakinkan diri dengan tenang meski tak semudah yang dibayangkan. Harus mengerti. Biar kujaga semua apa yang harus dijaga. Pun dirimu, semoga demikian.
Selesaikanlah semua urusanmu. Itu yang terbaik saat ini. Aku akan melanjutkan perjuanganku sendiri. Semoga kelak, kita masih punya waktu untuk meneruskan semua cita dan cerita yang tertunda. Sebab paham, pendidikan memang lebih penting dari apapun. Hanya doa dan harapan yang bisa kujaga, aku masih ingin menempuh sisa cerita ini. Masih ingin melanjutkan cerita yang pernah terangkai. Aku masihlah seseorang yang dengan tabah mencintaimu. Seseorang yang selalu menunggu kembali. Jikalau semua urusan sudah selesai, mari bertemu. Namun, jika tak pernah kembali, semoga saja suatu hari nanti catatan ini bertemu denganmu. Sebab; begitu kehilangan saat tiba-tiba pergi. Lalu memutuskan untuk menunggu meski tak tahu apakah kamu pasti kembali, atau malah menghilang bersama cerita ini. Sebab.. dulu sebelum ada kamu. Aku pernah begitu mencintai seseorang. Aku katakan kepadanya, barangkali sulit bagiku menemukan orang baru yang bisa kucintai. Dan memang begitu adanya. Hingga satu tahun lebih berlalu begitu saja. Aku tak menemukan seseorang yang bisa di ajak bersama. Beberapa orang hanya datang dan pergi begitu saja. Hingga akhirnya, kamu datang. Waktu mempertemukan. Dan, semuanya mulai berubah. Perasaan yang dulu seolah mati. Bersemi kembali. Tumbuh menjadi benihbenih kebahagiaan baru. Aku berbenah diri. Harihari baru telah tiba. Aku dan kamu mulai menata cerita. Kita menyepakati banyak hal. Merancang masa depan. Dan kamu begitu bersemangat dengan segala impianmu. Akupun begitu. Aku menjadi punya banyak hal yang ingin kuperjuangkan. Mungkin beginilah cinta bekerja. Seseorang yang merasa sudah tak punya banyak tujuan, tibatiba berambisi untuk menggapai ini itu dimasa depan. Namun waktu seolah mempermainkan. Kini perasaanmu dan perasaanku sedang diuji. Kita dihadapkan bahwa tidak semua rencana bisa berjalan semulus yang kita duga. Kamu di hadapkan pada pilihan Masa depanmu. Dan aku tahu, kamu sudah lama menginginkannya
Semoga waktu dan rindu kembali membawamu pulang. Kedekapku, mendekat dan tak pernah lagi berlalu. Semoga saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar