Minggu, 07 Januari 2018

Tidak bisa dijelaskan

Tidak ada tulisan manapun yang ditulis oleh seseorang yang akan cukup menjelaskan siapa dirinya. Sekeping teka-teki di tulisan yang satu, belum tentu akan terus bersambungan dengan sekeping teka-teki di tulisan yang lainnya. Teka-teki itu mungkin akan terus berkelindan, tapi tidak berarti bahwa jika semuanya tersusun maka akan tersusun pulalah penjelasan-penjelasan tentang siapa seseorang itu sebenarnya. Maka, merasa telah mengenal dengan baik seseorang hanya karena membaca pola pikirnya dalam kata dan kalimat belumlah cukup untuk benar-benar mengenalnya.
Tidak ada tulisan dan cara manapun yang ditulis oleh seseorang yang akan cukup menjelaskan tentang seluruh kedalaman gunung es, pola-polanya dalam berpikir, merasa, bagaimana, seperti apa, dan bagaimana ia bertindak. Jika ia menuliskannya sedikit, yang sedikit itulah yang ia izinkan untuk diketahui. Jika ia menuliskannya banyak-banyak, yang banyak itulah yang sesungguhnya hanya sedikit, yang tak akan bisa cukup untuk dijadikan kesimpulan gambaran kepribadiannya. Maka, jangan buru-buru menganggap hidup orang yang ada di balik tulisan itu lebih baik, lebih sempurna, atau lebih bermakna. Sebab. hanya tidak benar-benar mengetahui bagaimana ia sedang berjuang mengalahkan dan memenangkan banyak hal.
Pun, tidak ada tulisan manapun yang ditulis oleh seseorang yang akan cukup menjelaskan apa yang menjadi masalahnya, isi hatinya, perasaannya, keresahannya, atau juga lika-liku hidupnya. Mereka yang terlihat baik-baik saja sebab kalimat-kalimatnya bersahaja, mungkin saja hatinya sedang porak-poranda: terseok menjaga iman erat-erat sebab takut terlepas dari genggaman, memunguti semangat yang berceceran, mengobrak-abrik sisi buruk agar menjadi kekuatan dan kebaikan, juga mendidik diri agar tak manja dan mudah melemah digoyahkan masalah. Tentu saja, setiap kita sedang berjuang, bukan?
Sebab kutulis, maka dariku untukmu yang melihat dan membaca adalah terima kasih; terima kasih telah berprasangka baik, mendoakan yang baik-baik, mengapresiasi dengan cara yang baik, dan menumbuhkan dengan cara yang baik. Semoga tak ada yang tertinggal di hatimu setiap kali membaca ceracauku selain kebaikan yang tak ragu untuk kembali dibagikan.
Sebab. Aku juga melihat dan membaca, maka dariku untukmu yang menulis adalah juga terima kasih; terima kasih telah mengelola diri dan hati sedemikian rupa hingga bisa menulis yang baik-baik, mengajak melihat semesta dengan kaca mata yang baik, dan menumbuhkan kebaikan di hati dengan penyampaian-penyampaian terbaik. Semoga selalu tidak lelah untuk saling menasehati dan mendoakan yang terbaik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar