Kau tau, Bagiku, dirimu sebelum bertemu denganku bagaikan kertas kosong tanpa noda maupun tinta, Tak ada coretan, tak ada cerita. Dengan begitu aku bisa memulainya dari awal, mencintaimu tanpa alasan dan pertimbangan baik dan buruk yang akan kuhadapi kemudian. Memulai semuanya dari halaman pertama yang kosong tersebut. Tak ada yang ingin ku usik sedikitpun dari masa lalumu, itu adalah milikmu. Sama sepertiku, masa laluku hanyalah milikku. Sebaik apapun kita menceritakannya, yang paling memahaminnya tetaplah diri kita masing-masing.
Kita adalah dua orang asing awalnya. Lalu karena daya dan kekuatan diluar diri kita, akhirnya kita bertemu. Masing-masing dari kita mungkin pernah berdo’a untuk dipertemukan dengan seseorang yang dapat melengkapi satu sama lain. Adakah do’a kita telah terjawab? Apakah itu aku? Apakah itu kamu? jawabannya ialah ikhtiar kita. Ikhtiar kita untuk mewujudkannya, bahwa benar do’a dan harapan kita telah sampai, telah terdengar, telah terkabul, bahwa jawaban do’a itu adalah aku, bahwa jawaban do’a itu adalah kamu.
Aku mencintaimu tanpa tau bagaimana kehidupan yang telah kau lalui. Bagaimana waktu telah mengajari dan mendewasakanmu, kisah yang seperti apa yang telah membentukmu seperti ini. Lalu bagaimana mungkin aku akan menghakimimu atas masa lalu yang aku tidak ada didalamnya! Aku mencintaimu atas dirimu saat ini. Saat pandanganku buta akan masa lalu mu, saat pendengaranku tuli akan kisah-kisahmu. Yang aku tau bahwa dihadapanku adalah gadis kuat nan tegar, dan aku mencintainya.
Kita pernah diperkenalkan pada luka yang sangat dalam. Mungkin juga sering kali. Namun apakah kita akan berhenti dan berputar arah untuk kembali? Berharap saat kita kembali, luka itu tak pernah tergores, tak pernah menganga, tak pernah remuk hingga berkeping-keping. Tidak, itu tidak akan membuat kita lebih baik dari pada saat ini. Bagiku, itu terlalu menakutkan, aku tidak ingin kehilangan diriku yang sekarang karena berharap dapat mengulang dan menulis ulang masa lalu. Aku terbentuk darinya, aku bersyukur pernah melalui kisah itu. Jika ada sesuatu yang kuinginkan darinya ialah hikmah dan keikhlasan.
Satu hal yang selalu ku pegang baik-baik. aku percaya, cara terbaik untuk jatuh cinta ialah dengan mencintai seakan kita tidak pernah terluka sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar