Jumat, 09 November 2018

Selamat hari pahlawan

Jika para pahlawan terdahulu adalah mereka yang telah gugur di medan perang dengan menjinjing tongkat bambu runcing, bersimbah darah merah hingga titik penghabisan, untuk ini kukhususkan kepada pahlawan yang telah memperjuangkan hidup sejak menghembuskan nafas di bumi pertiwi.
Mereka yang dengan memelas peluh mencari nafkah demi kebutuhan keluarga. Menahan rasa lapar supaya anak-anaknya dapat makan hingga kenyang, yang dengan tanpa jenuh memberi wejangan hidup. Menggendong dan memapah saat masih bayi, yang tak pernah mengharap balas budi. Yang memberi tak harap kembali.
Terima kasih untuk pahlawan hidup, Ayah dan Ibu. Alasan hidup hingga saat ini. Menyenangkan hatimu adalah cita-cita. Melihat senyum di wajahmu adalah kebahagiaan, karena tertawa bersamamu, memeluk dengan penuh kasih adalah esensi dari rasa terima kasihku kepadamu. Harta bukanlah yang engkau harap. Hanya sebuah pelukan yang mampu mengobati rasa dahaga kerinduanmu.

Kuberucap, selamat hari pahlawan untukmu kedua orangtuaku.
Selamat hari pahlawan untuk segenap pahlawan nasional di bumi nusantara ini.
Sebab dapat berdiri dan berjuang sampai detik ini. Semangat. Berjuang atau mati dengan kegelisahan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar